Beredar
✦RUU Ruang Digital Masuk Pembahasan — Redaksi Awasi Isi Lampirannya✦Survei Jalanan KontraPolitik: 62% Anak Muda Merasa Kebijakan Tak Mewakili Mereka✦Pos Besaran 2026: Belanja Perjalanan Naik, Anggaran Riset Tertekan✦Laporan Lapangan: 40 Jam di Barisan Depan, Semua Tercatat✦Polling Suara Rakyat Kini Berjalan — Suaramu Terhitung Real-Time
Kembali ke Beranda
Opini5 mnt baca · 25 Okt 2026

Menjaga Perkumpulan atau Menutup Pintu Debat? Soal Regulasi Ruang Digital

RPRaka PramudyaRedaktur OpiniDibaca 5 menit
Menjaga Perkumpulan atau Menutup Pintu Debat? Soal Regulasi Ruang Digital

Setiap kali negara datang membawa istilah “melindungi warga” ke ruang digital, ajukan satu pertanyaan sederhana: siapa yang sedang dilindungi, dan dari apa sebenarnya. Sejarah mencatat, undang-undang dengan nama paling penyayang sering kali membawa pasal yang paling berigi.

Rumusan “yang menimbulkan keresahan”, “yang merendahkan martabat”, atau “yang menyalahi tata nilai” bukanlah definisi—melainkan pintu yang lebarnya ditentukan oleh siapa pun yang sedang berkuasa. Hari ini pintu itu dilalui akun scam. Besok, siapa yang menjamin ia tidak akan dilalui kritik yang hanya kurang sopan?

Bagi generasi kami, ruang digital adalah alun-alun modern: tempat melapor, meyakinkan, menggalang bantuan, dan menagih janji. Menutup alun-alun itu dengan dalih ketertiban sama seperti menutup stadion karena bola terlalu sering digolkan.

“Melindungi warga seharusnya berarti melindungi mereka untuk berbicara—bukan melindungi negara dari bicaranya.”

Kebebasan berpendapat bukan hadiah dari negara. Ia hak yang ditegakkan—dan selama ia digugurkan, ia harus dipertahankan dengan cara paling damai yang tersedia: menulis, mencatat, dan tidak pernah berhenti bertanya.

Melindungi warga seharusnya berarti melindungi mereka untuk berbicara—bukan melindungi negara dari bicaranya.

Setuju? Tidak setuju? Sama-sama bagus.

Diskusi terbaik tentang tulisan ini berlangsung di Instagram kami.

Diskusikan Isu Ini di Instagram

Tanpa kolom komentar — percakapan yang sebenarnya

Jangan Cuma Nge-Scroll. Bicara.

Ulasan terbaik lahir di ruang yang ramai. Pindah ke warung diskusi kami di Instagram— tempat isu ini dibantah, dilengkapi, dan diperjuangkan.