Beredar
✦RUU Ruang Digital Masuk Pembahasan — Redaksi Awasi Isi Lampirannya✦Survei Jalanan KontraPolitik: 62% Anak Muda Merasa Kebijakan Tak Mewakili Mereka✦Pos Besaran 2026: Belanja Perjalanan Naik, Anggaran Riset Tertekan✦Laporan Lapangan: 40 Jam di Barisan Depan, Semua Tercatat✦Polling Suara Rakyat Kini Berjalan — Suaramu Terhitung Real-Time
Kembali ke Beranda
Kebijakan6 mnt baca · 29 Okt 2026

Makan Bergizi Gratis: Antara Data yang Ditunda dan Kepercayaan yang Dipertaruhkan

SASalma AdhistiRedaktur KebijakanDibaca 6 menit
Makan Bergizi Gratis: Antara Data yang Ditunda dan Kepercayaan yang Dipertaruhkan

Niat program makan bergizi gratis sulit digugurkan: piring penuh untuk semua anak Indonesia, tanpa pandang Pangkal. Tapi kecepatan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah program publik. Ada ukuran lain yang lebih tua dan lebih keras namanya: pertanggungjawaban.

Meja redaksi mencoba menelusuri laporan evaluasi dari daerah-daerah percontohan. Hasilnya sederhana namun mengganggu: angka yang dibacakan di layar dan angka yang hidup di lapangan tidak selalu saling menatap. Dapur yang diklaim siap ganda, di lapangan masih mencari tukang masak yang gajinya tidak tertunda.

Ambiguitas semacam ini jarang merupakan kecelakaan. Ketika laporan ditunda, ruang tafsir dikendalikan oleh pihak yang menunda. Ketika data disajikan hanya dalam bentuk infografis yang manis, publik kehilangan kesempatan menguji sendiri. Dan ketika kritik dibalas dengan tuduhan antiprogres, yang mati bukan kritiknya—melainkan keinginan orang untuk bersuara.

“Piring boleh panas, dapur harus terang.”

Kami tidak menentang piring yang hangat. Jauh dari itu. Kami mempertanyakan dapur yang ditutup, karena program sebesar ini justru paling membutuhkan mata yang banyak: audit yang terbuka, data yang bisa diunduh, dan evaluasi yang tidak menunggu berita buruk pecah lebih dulu.

Kebijakan publik yang sehat harus kokoh di ruang terbuka. Makanan untuk anak-anak kita terlalu penting untuk dibiarkan menjadi proyek citra. Piring boleh panas—dapur harus terang.

Setuju? Tidak setuju? Sama-sama bagus.

Diskusi terbaik tentang tulisan ini berlangsung di Instagram kami.

Diskusikan Isu Ini di Instagram

Tanpa kolom komentar — percakapan yang sebenarnya

Jangan Cuma Nge-Scroll. Bicara.

Ulasan terbaik lahir di ruang yang ramai. Pindah ke warung diskusi kami di Instagram— tempat isu ini dibantah, dilengkapi, dan diperjuangkan.